Wednesday, July 20, 2005

 
Entah mengapa perjalananku tadi malam ingin aku tulis disini, tidak ada yang istimewa memang, tapi ingin sekali kutulis.....
Seperti biasa aku keluar kantor setelah lembur sekitar pukul 21.00, lalu aku berjalan ke arah lapangan parkir, terus hingga menyentuh pinggiran dari lapangan parkir yang langsung bersentuhan dengan jalan raya. Seperti biasanya pula aku dengan gundah gulana menunggu datangya angkutan yang akan membawaku pulang.
Setengah jam sudah aku menunggu di pinggir jalan itu, tapi tidak ada satu pun angkutan yang melintas, akhirnya ku putuskan untuk berjalan ke arah pusat perbelanjaan yang dekat dengan kantorku, aku berpikir pasti disana pasti banyak angkutan yang meminggirkan mobilnya di pangkalan.
Sambil berjalan di kegelapan dan kesunyian malam aku sedikit berdendang untuk menghilangkan rasa takutku, sesekali aku menengok ke belakang untuk melihat apakah ada angkutan yang melintas, tapi... tetap saja tidak ada. Aku terus berjalan, sambil menatapi lampu-lampu mobil yang berseliweran di depan mukaku.
Akhirnya sampai juga kaki ini melangkah ke pusat perbelanjaan itu, lagi-lagi aku harus menunggu datangnya mobil angkutan itu,"Ah lagi-lagi taksi, lagi-lagi taksi, mana angkotku!" gerutuku di pinggir jalan.
Satu jam sudah aku di pinggir jalan, yang kudapat hanya lampu2 mobil yang menyilaukan mata dan tawa2 kecil yang kudengar dari motor2 yang keluar dari pusat perbelanjaan itu. Iri hati pun melanda.
Alhamdulillah akhirnya kudapatkan juga angkutan itu, serta merta aku menghentikannya, tetapi aku hanya bisa pasrah setelah kudapati diriku hanya bisa duduk di pinggir pintu, dingin memang, tapi mau bagaimana lagi.
Perlahan tapi pasti pasti mobil berjalan menuju terminal pulogadung. Pukul 21.45 saat kulihat jam milik seseorang di samping tempat dudukku ketika mobil memasuki terminal. Kembali aku harus berjalan menuju pangkalan mobil angkutan lain yang akan membawaku ke depan pintu gerbang perumahan dimana aku tinggal. Memang biasanya ada kendaraan yang bisa membawaku langsung ke depan rumah, tetapi karena hari telah gelap kendaraan itu sudah tidak beroperasi lagi, malang memang diriku.
Akhirnya sampai juga aku di depan gerbang perumahan dimana aku tinggal. Dari sini aku harus menggunakan ojek untuk bisa sampai ke rumah. Begitu aku mendekati pangkalan ojek, seperti biasa aku seperti seorang selebriti yang ditunggu para penggemar, para tukang ojek itu pun berdiri memanggil2 aku untuk menaiki ojeknya.
Aku pun memutuskan menaiki ojek yang kukira masih pantas kunaiki, terus terang untuk menaiki ojek aku lebih memilih ojek dengan motor yang masih bagus, bukan karena apa2 tetapi biar aku tidak terlihat naik ojek, hihihihi sok memang kelihatannya.Di atas motor yang berjalan dengan kencang aku sudah membayangkan teh manis hangat yang disediakan ibuku dan empuknya kasur di kamarku, di saat penat seperti ini memang wajar jika aku membayangkan seperti itu, iya kan?
"AH sampai juga diriku" teriakku sesampainya aku di depan rumah. Seperti yang sudah aku bayangkan sudah ada teh manis hangat yang disediakan, wah pokoknya tiada duanya, setelah meminum teh aku cuci tangan dan berwudhu, lalu aku pun berangkat untuk menundukkan kepala dan diri kepada-Nya ( baca : sholat ).
Bagian terakhir dari semua itu mungkin sudah bisa dibayangkan, aku berlari menuju tempat tidur, memeluk guling, mengatur bantal, dan aku melayang bersama mimpi ke alam yang sungguh damai dengan ditemani doa "Ya Allah Terima Kasih Engkau telah memberiku satu hari lagi untuk bersyukur kepada-Mu, AMIN"
 
(DIAMBIL DARI PENGALAMAN PRIBADI)
 
 
"hehehehe buat yang lagi baca, menurut kamu, bagus gak tulisanku?? hihihihihi"
 
-blue-


This message was checked by MailScan for WorkgroupMail.
www.digitalstudio.co.id

murdox @ 7/20/2005 01:17:00 PM